5 Penyakit Kulit Menyerang Pada Bayi, Gejala & Cara Mengatasinya
Penyakit Kulit Menyerang Pada Bayi, Gejala & Cara Mengatasinya – Memang
jenis-jenis penyakit kulit banyak di
rasakan oleh siapa saja, seperti penyakit bisul, panu, kurap, kudis, ataupun penyakit
eksim. Tentunya penyakit kulit macam-macam penyebabnya, bisa karena jamur,
bakteri, virus atau alergi pada kulit. penyakit bisa menyerang siapa
saja, entah penyakit kulit pada anak-anak, penyakit
kulit pada bayi baru lahir, penyakit pada orang dew@sa, perempuan dan
juga laki-laki.
Pada artikel saat ini kami
akan berbagai informasi tentang penyakit
yang sering menyerang pada bayi. Sebab anatomi kulit yang berbeda dengan
orang dew@sa, karena bayi sangat rentan sekali terhadap gangguan. Kulit merupakan organ yang
bertindak sebagai benteng pertahanan tubuh. Bayi yang berusia kurang dari satu
tahun akan sangat rentan sekali terhadap gangguan kulit, karena lapisan kulit secara belum sempurna. Karena epidermis kulit untuk berkembang cepat
dan berfungsi secara efektif dibutuhkan hingga umur satu tahun keatas.
Selain itu struktur kulitnya tipis, ikatan antara sel lebih halus dan lebih lemah, serta
kulit bayi mempunyai pigmen yang sedikit sehingga tidak mampu untuk mengatur
temperatur berbeda dengan orang yang sudah anak-anak atau orang dew@sa. Berikut
ini adalah macam dan jenis penyakit kulit sering menyerang
pada bayi berserta gambarnya.
1. Miliaria (Biang Keringat)
Biang keringat atau disebut
miliaria ini banyak terjadi di bokong bayi, wajah, leher atau punggung bayi.
Gejala yang di timbulkan oleh miliaria ini mempunyai tanda-tanda seperti rasa
gatal dengan gelembung-gelembung kecil berisi air sehingga menjadi rewel.
Penyebab
biang keringat atau miliaria adalah pakaian ketat, udara
yang panas, cuaca lembab, serta aktifitas yang tinggi juga dapat memicu
ruam kemerahan biang keringat.
Cara
Mengatasi biang keringat pada bayi hindar dari
suhu terlalu panas, anda bisa memberikan buah hati anda dengan pakaian yang
longgar, dengan begitu ruam kemerahan miliaria akan terlihan lebih
membaik dalam waktu 30 menitan.
2. Seborrhea
Seborrhea merupakan suatu
peradangan kulit bagian atas, yang dapat menyebabkannya munculnya sisik pada
bagian kulit wajah, kulit kepala, dan kadang-kadang juga pada bagian tubuh
lainnya seperti di dada, leher, pipi, dan telinga. Penyait kulit Seborrhea ini
paling sering menyerang pada bayi yang berusia 6 bulan ke bawah. Gejala atau
tanda-tanda penyakit Seborrhea adalah tampak seperti ketombe, bersisik kuning
atau berkerak.
Penyebab
seborrhea pada bayi belum di ketahui dengan pasti.
Cara
mengatasi penyakit kulit seborrhea pada bayi adalah
dengan cara melakukan pengob4tan seperti menggosok dengan
minyak zaitun atau bisa juga dengan baby oil lalu kemudian sikat secara
pelan-pelan dan lembut.
3. Intertrigo
Intertrigo ialah mengacu
pada suatu peradangan pada lipatan tubuh. Hal ini terjadi biasanya terdapat di
bagian dalam ketiak, di paha atau di bawah dada atau perut. Gejala-atau
tanda-tanda intertrigo adalah kulit tampak merah, dan gatal-gatal serta
mengalami rasa sakit apabila terjadi gesekan, penyakit ini umum terjadi pada
bayi yang terlalu gemuk.
Penyebab
intertrigo pada bayi bisa karena lembab di lipatan yang
tidak pernah mendapatkan angin atau udara.
Cara
mengatasi intertrigo pada bayi adalah dengan cara mencuci
bagian dalam lipatan kulit dengan air, setelah itu kemudian oleskan krim
seperti petroleum jelly atau zinc oxide. Krim ini berfungsi untuk melindungi
lipatan kulit.
4. Dermatitis Kontak
Dermatitis kontak ialah
inflamasi pada kulit, karena kulit telah terpapar bahan yang dapat mengiritasi
atau menyebabkan nya reaksi alergi kulit tersebut. Gejala atau tanda-tanda
dermatitis kontak adalah terasa gatal, rasa terbakar serta dermatitis kontak
akan menyebabkan ruam yang cukup besar.
Penyebab
dermatitis kontak pada bayi adalah apabila ruam terjadi di seluruh
bagian tubuh , maka bisa jadi sabun atau deterjen yang mungkin bisa menjadi
penyebab dermatitis kontak tersebut. dan apabila jika lengan dan dada yang
terkena dermatitis kontak maka bisa jadi dari tingkah lakunya ataupun baju yang
kotor.
Cara
mengatasi dermatitis kontak pada bayi adalah untuk kasus ringan
dan sedang, perlu di hindari bahan penyebab iritasi kulit tersebut.
dan menggunakan krim mengandung hidrokortison berfungsi untuk mengurangi rasa
gatal dan kemerahan pada kulit . Akan tetapi untuk kasus yang berat obat
yang diminum jenis anti-radang dan kortikosteroid berfungsi untuk mengurangi
rasa gatal dan mengurangi peradangan. Sebaiknya konsultasikan lebih dahulu
kepada dokter terdekat sebelum menggunakan krim menggandung hdrokortison.
5. Penyakit kulit Eksim
Penyakit kulit eksim pada
bayi dapat timbul di bagian tubuh di manapun. Penyakit eksim sering sekali
menyerang pada di usia 3-4 bulan. Walaupun jarang sekali eksim di temukan
pada daerah bekas pemakian popok bayi, eksim merupakan suatu perdangan hebat
dapat menyebabkan pembentukan gelembung kecil pada kulit hingga akhirnya pecah
sehingga akan mengeluarkan cairan, apabila kondisi sudah parah atau berat,
penyakit eksim dapat menyebabkan kulit berubah menjadi merah, kerak dan bisa
mengeluarkan nanah.
Penyebab
penyakit eksim pada bayi sebenarnya banyak sekali yang menjadi
pemicu rentan terkena penyakit eksim. Seperti riwayat alergi dalam
keluarga, predisposes genetic, atau daya tahan tubuh yang lemah. pada setiap
bayi memiliki pencetus eksim yang berbeda-beda pula, seperti setelah memegang
sabun atau deterjen mengalami rasa gatal yang luar biasa atau bisa disebabkan
oleh bahan atau alat rumah tangga dan lain-lain.
Cara
mengatasi eksim pada bayi adalah ketika terasa sangat kering
dan gatal-gatal, lotion atau krim pelembab perlu diberikan untuk membuat kulit
terasa lebih lembab, apabila untuk kasus yang sudah parah segera konsultasi
kepada dokter.
Demikian informasi yang
dapat kami berikan mengenai Penyakit
Kulit Menyerang Pada Bayi, Gejala & Cara Mengatasinya. Semoga informasi diatas dapat
bermanfaat untuk anda.